Tour Ziarah Irak

Tour Ziarah Irak 

Harga Mulai Dari : IDR 37.700.000/Pax

📅 Program: 7 Hari

Keberangkatan 18 – 24 Juli 2026

✈︎ Pesawat Air Arabia / Iraqi Airways

⾕ Hotel Menginap : Setaraf

✔ Hotel Najaf Agnar Hotel / Setaraf (★5)

✔ Hotel Baghdad Noor Land / Setaraf (★4)

✔ Hotel Karbala / Al Fayrouz Hotel / Setaraf (★4)


Menapaki Jejak Peradaban Islam: Program Ziarah Irak 2026

Cahaya Kaabah Al Haramain menghadirkan sebuah perjalanan spiritual yang mendalam melalui program Ziarah Irak yang dijadwalkan pada tahun 2026. Program ini dirancang khusus bagi Anda yang ingin mengunjungi situs-situs bersejarah dan makam para tokoh besar dalam sejarah Islam.

Fokus Utama Perjalanan

Dalam program ini, para jamaah akan diajak untuk melakukan ziarah ke lokasi-lokasi penting, antara lain:

Makam & Masjid Sayyidina Ali Bin Abi Thalib: Berziarah dan beribadah di lokasi bersejarah yang didedikasikan untuk sahabat sekaligus menantu Rasulullah SAW.

Makam Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani: Mengunjungi tempat peristirahatan terakhir ulama besar dan tokoh sufi terkemuka.


Tours Includes :
  • (Fasilitas yang Termasuk) agar terlihat lebih eksklusif, tepercaya dan menenangkan bagi calon jamaah Cahaya Kabah Haramain


Menapaki Jejak Peradaban dan Spiritualitas: Perjalanan Suci Ziarah Irak

Irak, negeri yang sering dijuluki sebagai “Pusat Peradaban Dunia,” menyimpan kekayaan spiritual yang tak ternilai bagi umat Islam. Melampaui batas wisata biasa, Ziarah Irak adalah sebuah perjalanan pulang menuju akar sejarah Islam, tempat di mana para nabi, keluarga Rasulullah (Ahlul Bayt), dan para sahabat besar beristirahat.

Bagi seorang muslim, menginjakkan kaki di Irak bukan sekadar mengunjungi destinasi baru, melainkan sebuah refleksi iman. Setiap sudut kota di negeri 1.001 Malam ini menyimpan narasi agung tentang perjuangan, pengorbanan, dan khazanah keilmuan Islam yang membentuk peradaban dunia hari ini.


Mengapa Irak Menjadi Destinasi Ziarah yang Wajib?

Bagi mereka yang merindukan kedalaman makna dalam beribadah, Irak menawarkan atmosfer yang berbeda. Setiap kota yang dikunjungi memiliki cerita kepahlawanan, keteguhan iman, dan ilmu pengetahuan.

  1. Najaf: Pintu Gerbang Ilmu Di kota ini, berdiri megah makam Imam Ali bin Abi Thalib, sosok yang dijuluki sebagai “Gerbang Kota Ilmu.” Najaf bukan hanya tempat ziarah, tapi juga pusat pemikiran Islam dunia. Berdiri di bawah kubah emasnya memberikan rasa tenang dan kewibawaan yang luar biasa.
  2. Karbala: Simbol Keteguhan Iman Tak ada perjalanan ke Irak yang lengkap tanpa mengunjungi Karbala. Makam Imam Husain bin Ali menjadi pengingat akan pengorbanan demi kebenaran. Jutaan peziarah setiap tahunnya datang untuk menyerap keberanian dan kesabaran yang terpancar dari tanah ini.
  3. Kadhimiya dan Samarra Mengunjungi para Imam di Kadhimiya serta melihat kemegahan sejarah di Samarra membawa kita pada refleksi panjang tentang bagaimana Islam tersebar dan dipertahankan melalui garis keturunan yang mulia.
  4. Baghdad: Jejak Kejayaan Islam Selain ziarah makam, Baghdad menawarkan sisa-sisa kejayaan masa keemasan Islam, termasuk makam Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, yang menjadi magnet bagi para pecinta tasawuf dari seluruh dunia.

Jejak Emas Mushaf Al-Qur’an 1.000 Tahun di Perpustakaan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

Baghdad tidak hanya menjadi saksi bisu kejayaan peradaban Islam masa lalu, tetapi juga menjadi tempat penyimpanan salah satu harta karun spiritual terbesar di dunia. Di dalam kompleks makam dan masjid ulama besar, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, terdapat sebuah perpustakaan bersejarah yang menyimpan ribuan manuskrip langka. Di antara koleksi tersebut, yang paling memukau mata dan hati para peziarah adalah Mushaf Al-Qur’an emas yang telah berusia lebih dari seribu tahun.

Mushaf ini bukan sekadar lembaran kertas kuno, melainkan sebuah mahakarya seni, iman, dan sejarah yang berhasil bertahan melewati gelombang zaman.

Warisan yang Selamat dari Tragedi Baghdad

Perpustakaan Qadiriyah (Maktabah al-Qadiriyyah) di Baghdad, Irak, adalah salah satu benteng ilmu pengetahuan Islam yang masih tegak berdiri. Ketika pasukan Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan membumihanguskan Baghdad pada tahun 1258 M—dan menenggelamkan jutaan buku ke Sungai Tigris hingga airnya menghitam oleh tinta—kompleks dan perpustakaan ini menjadi salah satu dari sedikit tempat yang berhasil menyelamatkan sebagian artefak berharganya.

Di sinilah Al-Qur’an emas purba tersebut dijaga selama berabad-abad. Ditulis sekitar abad ke-10 atau ke-11 Masehi, mushaf ini menjadi bukti konkret betapa tingginya penghormatan umat Islam terdahulu terhadap Kitab Suci mereka.

Pesona Estetika: Ditulis dengan Tinta Emas Murni

Apa yang membuat Mushaf Al-Qur’an ini begitu istimewa hingga mengundang kekaguman para sejarawan dunia?

  • Tinta Emas dan Seni Kaligrafi Tingkat Tinggi: Setiap huruf dan ayat di dalam mushaf ini ditulis menggunakan tinta yang dicampur dengan emas murni (liquid gold). Gaya kaligrafi yang digunakan mencerminkan transisi seni tulisan Arab kuno (seperti Kufi awal atau Naskhi awal) yang sangat presisi dan anggun.
  • Ornamen Geometris yang Rumit: Setiap pembuka surat (surah heading) dan penanda ayat dihiasi dengan iluminasi floral dan geometris khas era kekhalifahan Islam. Warna emas dominan berpadu dengan sentuhan warna biru lapis lazuli yang mewah.
  • Ketahanan Media yang Luar Biasa: Ditulis di atas lembaran perkamen (kulit hewan yang diolah khusus) atau kertas serat kuno berkualitas tinggi, membuat fisik Al-Qur’an ini tetap kokoh dan tintanya tidak pudar meski telah melewati waktu seribu tahun.
Pusat Spiritual dan Edukasi di Baghdad

Keberadaan Al-Qur’an emas ini di Perpustakaan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani bukanlah tanpa alasan. Semasa hidupnya, Sultanul Awliya (Pemimpin para Wali) tersebut dikenal sangat mencintai ilmu pengetahuan. Tempat ini dahulu merupakan madrasah tempat beliau mengajar ribuan murid yang datang dari berbagai penjuru dunia.

Hingga hari ini, perpustakaan tersebut tidak hanya menyimpan Al-Qur’an emas ini, tetapi juga sekitar 65.000 buku dan lebih dari 2.000 manuskrip langka lainnya, mulai dari kitab tafsir, hadis, astronomi, hingga kedokteran kuno.


Detail Keberangkatan & Harga

Program ini akan berlangsung selama 7 hari dengan jadwal keberangkatan pada 18 – 24 Juli 2026. Adapun biaya yang ditawarkan adalah Rp 37.700.000 per pax


PAKET TOUR ZIARAH IRAK
Keunggulan atau Kelebihan:

› Fokus ziarah & perjalanan spiritual

› Didampingi Tour Leader berpengalaman

› Pelayanan Responsif & Personal

› Program dilengkapi asuransi perjalanan untuk memberikan rasa aman selama tour berlangsung

› Fasilitas Lengkap & Tertata dari perlengkapan jamaah hingga layanan


Harga dan Fasilitas Lengkap (Include)

Hanya dengan Rp37,700.000 Juta per Pax, Anda sudah bisa menikmati fasilitas lengkap sebagai berikut:


Harga TermasukHarga Tidak Termasuk
✓ Tiket pesawat PP kelas ekonomi Internasional
✓ Akomodasi hotel Madinah & Mekkah sesuai paket
✓ Tenda VIP ber-AC di Armuzna
✓ Makan 3x sehari menu Indonesia
✓ Transportasi full AC selama program
✓ Muthawif & tour leader berpengalaman
✓ Perlengkapan jamaah (koper, seragam, buku panduan, ID card)
✓ Asuransi perjalanan
✓ Obat-obatan umum
✓ Dokumentasi video perjalanan
✗ Pembuatan paspor|saudi/indonesia
✗ DAM (Tammattu’)
✗ Vaksin Suntik meningitis
✗ Pengeluaran pribadi (laundry, telepon, dll)
✗ Kelebihan bagasi
✗ Kursi roda (jika diperlukan)
✗ Biaya di luar paket
✗ Perubahan biaya akibat kebijakan pemerintah saudi/indonesia

Syarat dan Ketentuan

✓ Mengisi formulir pendaftaran perjalanan spiritual

✓ Deposit: IDR 5.000.000 (Non-Refundable)

✓ Fotokopi KTP & KK

✓ Surat Nikah (bagi pasutri)

✓ Paspor asli yang masih berlaku

✓ Akte lahir (jika ada peserta anak)

✓ Pas foto 4×6 (10 lembar, background putih, wajah 80%)

✓ Pelunasan: 45 Hari Sebelum Keberangkatan

✓ Minimal 5 Peserta

✓ Harga dapat berubah sesuai kurs & tiket pesawat

✓ Visa: Penerbitan murni wewenang kedutaan


Pembimbing Sempurna: Dimulai dari Bimbingan yang Terpercaya dalam Ziarah Irak

Perjalanan ziarah bukan sekadar berpindah dari satu titik geografis ke titik lainnya. Ia adalah sebuah perjalanan batin, napak tilas sejarah, dan upaya mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui warisan para kekasih-Nya. Ketika kita berbicara tentang Ziarah Irak, kita sedang membicarakan tanah para nabi dan tempat peristirahatan para Imam serta wali Allah yang agung.

Dalam perjalanan yang sarat akan makna ini, peran seorang pembimbing bukan hanya sebagai penunjuk jalan, melainkan sebagai kunci pembuka pintu pemahaman spiritual.


Pembimbing Jamaah:

✔ Tour Leader berpengalaman dari Indonesia

✔ Local Guide resmi & berlisensi

✔ Pendamping ibadah & ziarah selama program

✔ Handling group profesional dari keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air


Kepercayaan & Keamanan

Program ini dijalankan oleh penyelenggara yang telah memiliki izin resmi dari Kemenag RI (No. 338 Tahun 2021). Dengan komitmen Cahaya Kaabah berupaya memberikan pengalaman perjalanan yang menerangi hati dan penuh makna.


Itinerary


  • Peserta berkumpul di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta.
  • Proses check-in tiket, penanganan bagasi, dan imigrasi untuk penerbangan menuju Baghdad, Irak.
  • Tiba di Baghdad, penjemputan oleh tim lokal, transfer menuju Noor Land Hotel, check-in, dan istirahat.

  • Makan pagi di hotel.
  • Berziarah ke Makam Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani.
  • Agenda istimewa: Bertemu dan bersilaturahmi bersama Syekh Afeefuddin Al-Jaelani (Cucu dari Tuan Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani).
  • Mengunjungi Perpustakaan Tuan Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani.
  • Kembali ke Noor Land Hotel untuk makan malam dan beristirahat.

  • Makan pagi di hotel. Hari ini ziarah penuh di sekitar Baghdad mengunjungi makam para wali dan ulama besar:
  • Syekh Sirri Al-Saqathi, Syekh Junaid Al-Baghdadi, Syekh Abu Bakar As-Syibli.
  • Imam Ahmad Bin Hanbal, Syekh Bishr Al-Hafi, Imam Suhrawardi.
  • Syekh Mansur Al-Hallaj Bin Mansur, Syekh Ma’ruf Al-Karkhi.
  • Makam Nabi Yusya bin Nun A.S., Sahabat Salman Al-Farisi r.a.
  • Imam Musa Al-Khadzim, Imam Muhammad Al-Jawwad, dan Imam Abu Hanifah (Imam Hanafi).
  • Kembali ke hotel untuk makan malam dan istirahat.

  • Makan pagi di hotel.
  • Melanjutkan ziarah menuju Makam ulama besar Syekh Ahmad Rifa’i.
  • Memperbanyak zikir dan ibadah, kembali ke hotel untuk makan malam serta istirahat.

  •  Sarapan pagi dan check-out dari hotel Baghdad. Perjalanan darat menuju Karbala (jarak sekitar 100 km, waktu tempuh 1,5 – 2 jam).
  • Tiba di Karbala, check-in di Al Fayrouz Hotel. Makan siang dan istirahat.
  • Ziarah utama di Karbala mengunjungi:
  • Makam Sayyidina Abbas (Putra Ali bin Abi Thalib dan Ummul Banin).
  • Makam Sayyidina Husain (Cucu Nabi Muhammad SAW, putra Ali bin Abi Thalib & Fatima az-Zahra).
  • Makan malam di hotel dan istirahat.

  • Makan pagi di hotel, persiapan check-out dari Karbala.
  • Perjalanan ziarah sejarah melewati situs nabi-nabi dan peradaban kuno: petilasan/makam Nabi Ibrahim A.S., Nabi Ayyub A.S., Nabi Zulkifli A.S., situs Zaid bin Ali, Museum Babylon, dan panorama Sungai Dajlah (Tigris).
  • Berlanjut menuju Ibu Kota Peradaban Islam di Najaf: Ziarah makam Nabi Adam A.S., Nabi Nuh A.S., Maqta Imam Ali, Rumah Hasan & Husein, serta makam Sahabat Kumail bin Ziyad.
  • Ziarah puncak ke Makam Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a.
  • Berbelanja oleh-oleh di pasar tradisional Al Suq Al Kabir. Check-in di Aghnar Hotel Najaf, makan malam, dan istirahat.

Sarapan pagi dan menyelesaikan proses check-out dari Aghnar Hotel Najaf.

  • Perjalanan menuju Bandara Internasional Baghdad.
  • Proses check-in tiket, bagasi, dan imigrasi kepulangan.
  • Penerbangan menuju Jakarta. Program ziarah komplit Irak 7 hari selesai, semoga mendapat keberkahan dan safar yang mabrur!
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Instagram
WhatsApp
Copy link
URL has been copied successfully!